Kutai Timur – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara menghadirkan inovasi penanganan stunting melalui pendirian Rumah Rehab Gizi, sebuah pusat pelayanan yang dirancang khusus untuk memperbaiki status gizi anak berisiko stunting. Langkah ini menjadi strategi baru setelah pola pemberian makanan tambahan secara langsung ke rumah dinilai kurang efektif.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menjelaskan bahwa melalui rumah rehab ini, anak-anak akan mendapatkan makanan bergizi yang dimasak langsung di lokasi. Para orang tua juga akan menerima edukasi mengenai pola pengasuhan dan pemenuhan gizi. “Selama ini kami tidak bisa memastikan anak benar-benar mengonsumsi makanan tambahan. Dengan sistem baru, anak datang langsung dan bisa dipantau,” tuturnya.
Program ini terwujud melalui dukungan CSR PT Kaltim Prima Coal (KPC). Saat ini kecamatan sedang mematangkan lahan dan struktur operasional rumah rehab tersebut. Hasdiah menyebut, sebagian besar kasus stunting di wilayahnya bukan disebabkan faktor ekonomi, melainkan pola makan dan pola asuh yang kurang tepat.
Selain membangun pusat layanan gizi, kecamatan juga memperkuat sistem pelaporan. Seluruh data stunting kini dikumpulkan melalui satu pintu di kecamatan setelah sebelumnya sering terjadi perbedaan data antara puskesmas, desa, dan KPM. SOP baru pun disusun untuk memastikan pelaporan rutin setiap tanggal 10 dari desa.
Hasdiah optimistis, kombinasi antara sistem satu data dan inovasi Rumah Rehab Gizi akan memberi dampak signifikan. “Kami ingin hasil penanganan stunting meningkat, tidak lagi stagnan di angka rendah,” ujarnya. Ia berharap langkah ini bisa menjadi model bagi kecamatan lain.(Adv)
