Sangatta – Pemerintah Desa Swargabara di bawah kepemimpinan Kepala Desa Wahyuddin Usman melakukan langkah strategis dengan meninjau kembali seluruh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Tujuannya, memastikan program-program desa selaras dengan 50 Program Unggulan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
“Program desa harus linier, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten. Semua sektor harus terintegrasi, dari kesehatan, pendidikan, SDM, sampai olahraga,” ujar Wahyuddin. Peninjauan ini memungkinkan desa mengevaluasi program yang sudah selesai maupun tidak relevan, sekaligus menyelaraskan prioritas baru sesuai kebutuhan masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkab Kutim untuk mendukung sektor pertanian lokal. Pemerintah desa bekerja sama dengan Dinas Pertanian menyediakan bantuan alat dan mesin pertanian, bibit unggul, dan pupuk bagi para petani. Bantuan juga disokong Dana Desa melalui program ketahanan pangan yang bersifat tahunan.
“Dari desa, kita memiliki dana ketahanan pangan yang terus didistribusikan setiap tahun untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat,” tambah Wahyuddin. Dukungan ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi dan efisiensi kerja petani, sehingga berdampak positif pada perekonomian lokal.
Keunikan Desa Swargabara, yang dihuni hampir semua suku bangsa di Indonesia, menuntut inovasi dalam pelayanan publik. Modernisasi layanan ini diharapkan mempercepat distribusi bantuan dan memastikan seluruh program desa berjalan efektif.
Dengan sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa serta strategi RPJMDes yang tepat, Desa Swargabara terus memperkuat ketahanan pangan dan memaksimalkan pencapaian 50 Program Unggulan Kabupaten Kutim. (Adv)
