SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menaruh perhatian serius pada peningkatan kualitas kesehatan anak melalui Program Minum Susu Gratis yang kini semakin diperluas. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat intervensi gizi, yang diyakini mampu mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak usia sekolah.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyebut bahwa penguatan program susu gratis merupakan bagian dari komitmen daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan asupan gizi yang berkualitas. Program ini masuk dalam 50 program prioritas Bupati Kutim dan turut menyokong agenda nasional yang tengah digencarkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Misi Besar Gizi (MBG).
“Program ini searah dengan fokus pemerintah pusat untuk menyehatkan masyarakat dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak,” kata Sumarno.
Menurutnya, fokus Kutim tidak hanya pada perbaikan gizi balita sebagai upaya pencegahan stunting, tetapi juga pada anak usia sekolah. Tahap usia tersebut dianggap sebagai periode penting pembentukan kemampuan belajar, kecerdasan, dan perkembangan fisik.
“Target utamanya tentu mencerdaskan anak-anak Kutai Timur dan memperbaiki pola gizi mereka,” jelasnya.
Untuk memastikan keamanan konsumsi, Dinas Kesehatan mewajibkan sekolah melakukan penyaringan terhadap kemungkinan intoleransi laktosa. Sumarno memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus serius terkait kondisi tersebut di Kutim.
Pemerintah daerah merencanakan integrasi antara program susu gratis dan program penurunan stunting agar layanan gizi berjalan lebih komprehensif. Pendekatan berkelanjutan dari usia dini hingga sekolah diharapkan mampu membangun generasi Kutim yang lebih sehat, kuat, dan unggul secara intelektual.
Dengan penguatan program ini, Kutim menegaskan komitmennya membangun fondasi kesehatan masyarakat yang lebih kokoh sebagai investasi masa depan daerah. (Adv)
