SANGATTA – Upaya pengembangan destinasi wisata di Kutai Timur (Kutim) terus dijalankan meski pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran. Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim memastikan Pulau Miang menjadi prioritas pembangunan infrastruktur wisata tahun 2026, mengingat potensinya yang dianggap paling siap untuk dikembangkan secara maksimal.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, mengatakan bahwa sektor pariwisata memerlukan fasilitas pendukung yang layak agar mampu memberi kenyamanan bagi wisatawan. Karena itu, pembangunan fisik seperti toilet, gazebo, hingga pembenahan jalur wisata menjadi fokus utama.
“Kita membangun fasilitas yang membuat pengunjung nyaman. Toilet, gazebo, dan jalan pariwisata itu yang kita benahi lebih dulu,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa meski terjadi efisiensi, target pembangunan tidak berubah. Pulau Miang dipilih karena potensi wisatanya dinilai paling tinggi, sementara destinasi lain masih menghadapi kendala teknis.
“Efisiensi tetap berjalan, tapi fokus kita tetap Pulau Miang. Pantai Marang juga masuk daftar prioritas,” tuturnya.
Sementara itu, kawasan Sangkulirang—yang sebetulnya termasuk destinasi unggulan—masih terkendala akses yang sulit. Kondisi ini membuat pengembangan di wilayah tersebut memerlukan pendekatan berbeda sebelum dapat dieksekusi secara penuh.
“Sangkulirang-Mangkaliat ini sebenarnya prioritas juga, hanya saja aksesnya cukup menantang sehingga perlu langkah bertahap,” jelasnya.
Untuk Pulau Miang, Dispar menyiapkan rencana pembangunan lebih komprehensif. Selain fasilitas dasar, pemerintah berencana menambah titian ulin dan membangun panggung terbuka permanen. Keduanya direncanakan rampung secara bertahap hingga tahun 2029.
Dengan pengembangan terstruktur itu, Dispar Kutim berharap Pulau Miang dapat menjadi destinasi bahari andalan yang tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat regional. (Adv)
