PENAJAM PASER UTARA – Udara pagi yang lembap di halaman Dome Anden Oko, Penajam Paser Utara, menjadi saksi lahirnya prestasi baru bagi tim panahan Kutai Timur (Kutim). Pada Jumat (21/11/2025), tiga atlet muda Kutim menuntaskan babak kualifikasi nomor Recurve jarak 60 meter dengan torehan manis: medali perunggu untuk daerah mereka.
POPDA XVII Kalimantan Timur tahun ini mempertemukan atlet-atlet pelajar terbaik se-provinsi. Kutim sendiri mengirimkan delapan pemanah muda. Di sela kesibukan pertandingan dari cabor lain—Menembak, Woodball, Tinju, Senam, Pickleball, dan Bulu tangkis—dukungan mengalir dari Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, yang hadir langsung mendampingi.
“Fokus saja pada setiap anak panah. Gunakan kemampuan yang sudah dilatih selama ini. Tetap semangat, dan jangan lupa berdoa,” motivasi Basuki, yang terlihat mengikuti setiap bidikan sang atlet.
Medali perunggu tersebut tidak datang dengan mudah. Pelatih Samsuddin menuturkan bahwa dua sesi kualifikasi menentukan hasil akhir. Izzahnur Qurrata’ayun Yuda, Raisya Anindya Nisrina Raniah, dan Doni Rozin Ramadhan Rafik tampil berusaha maksimal di bantalan 6A, 5A, dan 17A.
“Hasil akumulasi nilai dari dua sesi mencapai 634. Itu menempatkan Kutim di posisi ketiga,” jelas Samsuddin dengan bangga.
Di antara para atlet, Izzahnur menjadi salah satu sorotan. Pelajar kelas 11 SMAN Sangatta Utara itu telah berkecimpung di dunia panahan sejak kelas 3 SD. Usai meraih hasil pertama, ia sudah memasang target baru.
“Selanjutnya Standar Bow dengan tiga jarak: 30, 40, dan 50 meter. Saya berharap bisa meningkatkan hasil,” ujarnya.
Masih ada tiga atlet Kutim lainnya—Rama Dhika, Bram, dan Al Ghain—yang baru akan berlaga pada 23–25 November. Mereka tengah mempersiapkan diri untuk membawa pulang tambahan medali.
Di tengah atmosfer kompetitif POPDA, panahan Kutim menunjukkan bahwa ketenangan, latihan panjang, dan mental baja mampu menghadirkan kebanggaan bagi daerah. (Adv)
