BREAKING NEWS

Basuni Ungkap Detail Penggunaan Dana RT Rp250 Juta: Dari Infrastruktur, Pelatihan, Hingga PMT Stunting

Bagikan Artikel

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui DPMDes memastikan transparansi sekaligus efektivitas penggunaan dana Rp250 juta yang dialokasikan untuk setiap RT pada tahun 2025. Dana ini masuk dalam skema Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes) dan ditargetkan menjadi instrumen utama dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan di tingkat lingkungan.

Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni, menegaskan bahwa dana RT tersebut telah dirumuskan dengan empat prioritas utama yang saling berkaitan. Menurutnya, pengalokasian ini bukan hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga menyasar aspek sosial-ekonomi masyarakat.

“Empat tujuan Bankeudes RT ini meliputi pengentasan kemiskinan, akselerasi kebutuhan dasar, peningkatan ekonomi masyarakat, dan penurunan angka stunting,” jelas Basuni belum lama ini.

Empat prioritas ini memungkinkan setiap RT mengelola anggaran secara lebih komprehensif. Misalnya, kebutuhan dasar dapat dipenuhi melalui perbaikan lingkungan dan fasilitas umum kecil. Sementara aspek ekonomi didorong melalui pengembangan usaha mikro dan pelatihan warga.

Di sisi lain, program penanganan stunting juga mendapatkan porsi penting. Dana RT dapat digunakan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita berisiko stunting, sekaligus mendukung program kesehatan lainnya.

“Peruntukannya banyak sekali, baik fisik, pelatihan, sampai lima persen untuk operasional RT,” tambah Basuni.

Alokasi lima persen operasional ini dinilai krusial untuk mendukung pengurus RT dalam menjalankan tugas administratif serta koordinasi di lapangan.

Dengan skema detail ini, pemerintah berharap agar dana RT mampu memperkuat pembangunan dari level terbawah, sekaligus memastikan setiap rupiah digunakan secara efektif dan berdampak langsung pada Masyarakat. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *