BREAKING NEWS

Petani Kutim Rasakan Kenaikan Pendapatan, Program Pola Tanam Cabai Terukur Mulai Berbuah Hasil

Bagikan Artikel

SANGATTA – Program pola tanam cabai berjenjang yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sejak 2023 mulai menunjukkan hasil nyata di tingkat petani. Sejumlah kelompok tani merasakan peningkatan pendapatan berkat pola produksi yang kini lebih teratur dan mengikuti siklus permintaan pasar.

Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Kutim, Wahyudi Noor, menjelaskan bahwa pola tanam ini disusun berdasarkan tren permintaan cabai yang meningkat pada momen besar keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri, Iduladha, Maulid, hingga Natal dan Tahun Baru. Momentumnya berbeda-beda, namun jedanya rata-rata tiga bulan sehingga dijadikan dasar untuk menentukan siklus tanam.

“Setiap jeda antar momen besar itu sekitar tiga bulan. Itu yang kami jadikan acuan agar selalu ada panen,” jelas Wahyudi.

Melalui pola tanam berinterval tiga bulan tersebut, petani dapat memanen cabai tepat pada masa permintaan tinggi. Panen pertama biasanya terjadi setelah tiga bulan, kemudian berlanjut pada bulan berikutnya sehingga produksi berjalan konsisten.

Pemerintah daerah juga memperkuat program ini dengan fasilitasi pengolahan lahan serta penyediaan bibit unggul. Dukungan tersebut memastikan proses tanam lebih efisien dan kualitas cabai tetap terjaga. Tidak hanya produksi meningkat, namun pola panen yang tidak serempak membuat harga tetap stabil.

Hasil konkret dirasakan saat Lebaran 2025. Harga cabai di tingkat petani mencapai Rp100.000 per kilogram, sementara harga pasar bahkan menembus Rp190.000. Kondisi ini memberikan lonjakan pendapatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Wahyudi menegaskan bahwa strategi berbasis kebutuhan pasar ini bertujuan memastikan petani lokal menjadi pihak yang paling diuntungkan. “Dengan pola tanam ini, yang menikmati harga tinggi itu petani kita, bukan pasokan dari luar daerah,” ujarnya.

Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Kutim berharap kesejahteraan petani semakin meningkat dan pasokan cabai tetap terjaga sebagai salah satu komoditas unggulan hortikultura daerah. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *