BREAKING NEWS

HKN ke-61: Kutim Tingkatkan Peran Pencegahan Stunting Lewat Intervensi Sejak Remaja dan Program Susu Gratis

Bagikan Artikel

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadikan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 sebagai momentum untuk mempertegas strategi jangka panjang dalam pencegahan stunting. Dinas Kesehatan Kutim menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting tidak dapat dilakukan hanya melalui satu program, melainkan harus melalui intervensi berjenjang sepanjang siklus kehidupan.

Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa pencegahan stunting dimulai jauh sebelum seorang anak dilahirkan. Remaja, terutama remaja putri, menjadi sasaran awal intervensi melalui edukasi, pendampingan, serta pemberian rutin tablet tambah darah agar mereka memiliki status kesehatan yang baik sebelum menjadi calon ibu. “Yang paling utama pencegahan stunting yang mengikuti siklus hidup,” jelas Sumarno.

Selain intervensi remaja, pemerintah juga menjalankan program penguatan gizi melalui pemberian susu gratis, yang masuk dalam 50 program prioritas Bupati Kutim. Program ini, kata Sumarno, sejalan dengan misi Presiden dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui skema serupa Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa susu gratis bukan sekadar tambahan gizi, tetapi bagian dari strategi besar penguatan kualitas generasi masa depan.

Saat seorang anak teridentifikasi mengalami stunting, Dinkes Kutim tidak berhenti pada proses pendataan, melainkan melanjutkan pendampingan intensif. “Stunting itu mempengaruhi perkembangan otak, jadi kita follow up terus,” tambahnya.

Rangkaian HKN ke-61 di Kutim juga diisi dengan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat, termasuk penyediaan berbagai gerai kesehatan. Upaya ini menunjukkan bahwa Pemkab Kutim terus memperluas jangkauan edukasi dan layanan promotif agar setiap lapisan masyarakat merasakan manfaat dari program kesehatan yang dicanangkan pemerintah. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *