SANGATTA – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf) terus dilakukan Dinas Pariwisata Kutai Timur. Melalui program Pelatihan Digital, Dispar Kutim mendorong pelaku usaha untuk meninggalkan pola promosi tradisional dan beralih pada strategi pemasaran modern berbasis teknologi.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, menjelaskan bahwa kebutuhan akan literasi digital kini tidak dapat dihindari. “Pelatihan ini kami fokuskan untuk para pelaku wisata dan ekonomi kreatif agar mereka mampu memasarkan produk secara digital. Dengan begitu, jangkauan pasarnya akan jauh lebih luas,” ucapnya, Senin (24/11/2025).
Selama tiga hari, peserta akan belajar berbagai teknik pemasaran digital, mulai dari membuat konten menarik, menggunakan media sosial, hingga memahami tren algoritma yang berpengaruh pada promosi. Nurullah menyebut, bekal tersebut penting agar pelaku usaha dapat bertahan dalam persaingan industri yang semakin ketat.
Ia menuturkan bahwa pelatihan serupa yang digelar sebelumnya menunjukkan hasil menggembirakan. Para peserta tidak hanya mampu memanfaatkan platform digital, tetapi juga jadi lebih aktif mempromosikan destinasi wisata maupun produk mereka secara kreatif. Aktivitas ini berdampak langsung pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Kutim.
“Efeknya sangat positif. Begitu mereka diberi pelatihan, mereka langsung bergerak, mempromosikan destinasi dan produk sendiri. Itu berkontribusi besar untuk perkembangan wisata daerah,” terangnya.
Kegiatan ini diikuti pelaku Ekraf, pengelola destinasi, hingga komunitas pelaku wisata di beberapa kecamatan. Dispar Kutim berharap pelatihan ini membangun kemandirian pelaku usaha dalam memasarkan produk secara profesional. Nurullah menegaskan bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh hanya mengandalkan fisik, tetapi harus dibarengi peningkatan kapasitas manusia sebagai penggeraknya. (Adv)
