BREAKING NEWS

Dari Jagung Manis ke Jagung Pakan, Desa Swargabara Perkuat Ketahanan Pangan

Bagikan Artikel

SANGATTA – Desa Swargabara, Sangatta, Kutai Timur, menunjukkan transformasi penting dalam sektor pertaniannya. Desa yang terkenal multikultural ini telah beralih dari menanam jagung manis cepat panen ke jagung pakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan pemerintah. Langkah ini menandai adaptasi masyarakat terhadap kebutuhan strategis wilayah serta kestabilan pasokan pangan lokal.

Menurut Kepala Desa Swargabara, Wahyuddin Usman, sebelumnya mayoritas petani memilih jagung manis karena proses panen yang singkat dan perputaran modal yang cepat. Hasil panen langsung didistribusikan ke pasar lokal, pasar tumpah, pasar induk, atau melalui pemesanan langsung. “Pendistribusiannya sangat cepat,” ujar Wahyu.

Namun, pergeseran ke jagung pakan mengubah dinamika ini. Jagung pipil memerlukan proses pengeringan lebih lama agar memenuhi standar kekeringan sebelum dipasarkan. Akibatnya, waktu dari tanam hingga penjualan menjadi lebih panjang, sehingga perputaran modal tidak secepat jagung manis.

“Kalau saat ini konsentrasinya di jagung pipil, sedangkan dulu kita di jagung manis semua,” kata Wahyu. Meski memerlukan waktu lebih lama, jagung pakan penting untuk mendukung ketahanan pangan dan menyediakan pasokan pakan ternak secara berkelanjutan.

Transformasi ini menunjukkan kemampuan Desa Swargabara menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dan strategi pangan nasional. Langkah adaptif petani lokal ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas multikultural dapat berinovasi dan mendukung program pemerintah demi kemandirian pangan di Kutai Timur. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *